Telapak tanganku masih menadah ke langit
Bilakah harinya nak hilang haus rindu
Makinlah ku hirup makin tak puas terasa
Malahan tak cukup sungai nak ditambah lautan
Cinta bukan sebarang cinta
Cinta bertingkah gelap cahaya
Cinta bukan sebarang cinta
Cinta bersenda nafas dan nyawa
Biarpun dekat ku masih anggapkan kau jauh
Sekilas hatiku sedetik baru sampai
Sepatutnya dalam kita sudah lama sekata
Tiada antara ruang jarak dan masa
Mari kasih kita berjanji
Kiranya kau sedia
Mari kasih kita bersama
Runtuhkan dinding rahsia kita
Tampilkan postingan dengan label LIRIK LAGU MALAYSIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIRIK LAGU MALAYSIA. Tampilkan semua postingan
Minggu, 14 Agustus 2011
Zamani-Andai Gerimis Tiada
Tiada terlintas di hati kecilku
Melukakan perasaanmu
Suratan takdir yang menentukan
Kenyataan yang sebenar
Tak bisa untuk aku menduga ke hari esoknya
Andainya bisa ku undur kembali
Tak ingin kumengulanginya
Saratnya luka rasa pilu
Kutanggung sepanjang waktu
Keluhan yang telah bertamu
Terpaksa kutempuh
Bukannya aku tak sayang
Bukannya aku tak cinta
Hatiku tak pernah berubah
Walaupun jiwa kugundah
Cuma kupinta padamu
Hentikanlah tangisanmu
Berikan aku kesempatan
Menyulam kembali kasihmu bagai dulu
Kumengerti apa yang kau rasa
Pedihnya luka diguris sembilu
Namun apa dayaku ini
Tidak termampu ku berduka
Ku harap mendung kan berarak gerimisnya tiada
Ku harap kasih kan kembali bahagia
Melukakan perasaanmu
Suratan takdir yang menentukan
Kenyataan yang sebenar
Tak bisa untuk aku menduga ke hari esoknya
Andainya bisa ku undur kembali
Tak ingin kumengulanginya
Saratnya luka rasa pilu
Kutanggung sepanjang waktu
Keluhan yang telah bertamu
Terpaksa kutempuh
Bukannya aku tak sayang
Bukannya aku tak cinta
Hatiku tak pernah berubah
Walaupun jiwa kugundah
Cuma kupinta padamu
Hentikanlah tangisanmu
Berikan aku kesempatan
Menyulam kembali kasihmu bagai dulu
Kumengerti apa yang kau rasa
Pedihnya luka diguris sembilu
Namun apa dayaku ini
Tidak termampu ku berduka
Ku harap mendung kan berarak gerimisnya tiada
Ku harap kasih kan kembali bahagia
AXL's-Seandainya Kita Sehati Sejiwa
Lafaz apa yang harus kuungkap
Untuk kuluahkan perasaan
Yang bergelora di sudut hati
Setelah kita berjauhan
Mengertilah sebenarnya rindu
Ku tenggelam didalam lamunan
Sampai bilakah kunanti
Kasih sayang yang sehati
Tiada... pernah aku menyesali
Biar pun kemilaunya
Sering dikhianati mimpi
Namun ternyata keindahan itu
Tak sekali terhapus
Musim yang berjuta
Suka dukaku silih berganti
Walau pedih kutahan untuk menanti
Keasyikan terasa jua
Seandainya kita sehati sejiwa
Mendung cinta berarak berpisah
Tersingkaplah rindumu di tabir senja
Yang membenam segala sangsiku
Kasih sayang akan ku pertahankan
Untuk kuluahkan perasaan
Yang bergelora di sudut hati
Setelah kita berjauhan
Mengertilah sebenarnya rindu
Ku tenggelam didalam lamunan
Sampai bilakah kunanti
Kasih sayang yang sehati
Tiada... pernah aku menyesali
Biar pun kemilaunya
Sering dikhianati mimpi
Namun ternyata keindahan itu
Tak sekali terhapus
Musim yang berjuta
Suka dukaku silih berganti
Walau pedih kutahan untuk menanti
Keasyikan terasa jua
Seandainya kita sehati sejiwa
Mendung cinta berarak berpisah
Tersingkaplah rindumu di tabir senja
Yang membenam segala sangsiku
Kasih sayang akan ku pertahankan
BPR-Seribu Tahun Takkan Mungkin
Di mata mu mencermin kan rindu
Di mata mu adalah kenyataan
Aku tenggelam dalam lautan kasih sayangmu
Tak mungkin akan ku lepaskan ikatan ini
Mendung hitam adalah semalam
Silau mata dari kilauan cinta
Hati ku ini sayang tak mungkin berubah
Selagi kau berpegang teguh pada janji
Setiap kata yang terucap
Setiap nada yang tercipta
Hanyalah untuk mu
Satu tak terpisah
Seribu tahun takkan mungkin
Bisa menghuraikan sebuah
Cinta yang kau beri
Untuk diriku yang pilu
Di mata mu adalah kenyataan
Aku tenggelam dalam lautan kasih sayangmu
Tak mungkin akan ku lepaskan ikatan ini
Mendung hitam adalah semalam
Silau mata dari kilauan cinta
Hati ku ini sayang tak mungkin berubah
Selagi kau berpegang teguh pada janji
Setiap kata yang terucap
Setiap nada yang tercipta
Hanyalah untuk mu
Satu tak terpisah
Seribu tahun takkan mungkin
Bisa menghuraikan sebuah
Cinta yang kau beri
Untuk diriku yang pilu
New Boyz-Putus
Hatiku resah selalu
Bilaku meninggalkanmu
Berat rasa jiwaku
Untuk lupakan dirimu
Lentur sudah hatiku
Selalu meninggikanmu
Kau hancurkan hati ini
Kau leburkan segala janji
Lentur sudah hatiku
Selalu meninggikanmu
Kau hancurkan hati ini
Kau leburkan segala janji
Hatiku resah selalu
Bilaku meninggalkanmu
Berat rasa jiwaku
Untuk lupakan dirimu
Selamat tinggal kekasih hati
Lupakanlah diriku padamkanlah cintaku
Biarkan aku pergi kasih
Agar bisaku lenyapkan denganmu hanya kenangan
Kau hancurkan….
Kau lenyapkan….
Kau mahukan cinta suci
Kenangan….wo wo wo…
Hatiku resah selalu
Bilaku mengingatkanmu
Bilaku meninggalkanmu
Berat rasa jiwaku
Untuk lupakan dirimu
Lentur sudah hatiku
Selalu meninggikanmu
Kau hancurkan hati ini
Kau leburkan segala janji
Lentur sudah hatiku
Selalu meninggikanmu
Kau hancurkan hati ini
Kau leburkan segala janji
Hatiku resah selalu
Bilaku meninggalkanmu
Berat rasa jiwaku
Untuk lupakan dirimu
Selamat tinggal kekasih hati
Lupakanlah diriku padamkanlah cintaku
Biarkan aku pergi kasih
Agar bisaku lenyapkan denganmu hanya kenangan
Kau hancurkan….
Kau lenyapkan….
Kau mahukan cinta suci
Kenangan….wo wo wo…
Hatiku resah selalu
Bilaku mengingatkanmu
Siti Nurhaliza-Ku Mahu
Pada indah personamu
Sekilas kau senyum padaku
Ku larutkanmu dalam kasihku
Sesaat ku terpesona
Pada warna ceriamu
Sayangnya telah ku hidu
Semua paparanmu palsu
Indah impian cintaku
Namun realiti tak seharum
Yang ku impikan kerna
Cintamu tak sejati
Ku mahu kesetiaan dan kejujuran
Kasih sayang yang tiada bersempadan
Pengorbanan cinta yang tulus dan lahir dari keikhlasan
Namun kau hanya mampu memberi janji palsu
Yang ditabur terdorong hawa nafsu
Semua yang kau beri tak bernadi dan tak kan menjadi erti
Selamanya takkan ku lupa
Kau ajar ku seksa
Kau pandai berkata-kata
Hingga aku derita
Selamanya ku berjaga-jaga
Tak sanggup ku terkena
Cukuplah sekali terluka
Kan ku ingat sentiasa
Indah impian cintaku
Namun realiti tak seharum
Yang ku impikan kerna
Cintamu tak sejati
Ku mahu kesetiaan dan kejujuran
Kasih sayang yang tiada bersempadan
Pengorbanan cinta yang tulus dan lahir dari keikhlasan
Namun kau hanya mampu memberi janji palsu
Yang ditabur terdorong hawa nafsu
Semua yang kau beri tak bernadi dan tak kan menjadi erti
Aku bukanlah boneka mu
Ku tak rela dipermainkan
Lebih baik sendiri
Dari terseksa di tangan mu
Apa yang aku mahu
Indah impian cintaku
Namun realiti tak seharum
Yang ku impikan kerna
Cintamu tak sejati
Ku mahu kesetiaan dan kejujuran
Kasih sayang yang tiada bersempadan
Pengorbanan cinta yang tulus dan lahir dari keikhlasan
Namun kau hanya mampu memberi janji palsu
Yang ditabur terdorong hawa nafsu
Semua yang kau beri tak bernadi dan tak kan menjadi erti
Ku mahu kesetiaan dan kejujuran
Kasih sayang yang tiada bersempadan
Pengorbanan cinta yang tulus dan lahir dari keikhlasan
Namun kau hanya mampu memberi janji palsu
Yang ditabur terdorong hawa nafsu
Semua yang kau beri tak bernadi dan tak kan menjadi erti
Sekilas kau senyum padaku
Ku larutkanmu dalam kasihku
Sesaat ku terpesona
Pada warna ceriamu
Sayangnya telah ku hidu
Semua paparanmu palsu
Indah impian cintaku
Namun realiti tak seharum
Yang ku impikan kerna
Cintamu tak sejati
Ku mahu kesetiaan dan kejujuran
Kasih sayang yang tiada bersempadan
Pengorbanan cinta yang tulus dan lahir dari keikhlasan
Namun kau hanya mampu memberi janji palsu
Yang ditabur terdorong hawa nafsu
Semua yang kau beri tak bernadi dan tak kan menjadi erti
Selamanya takkan ku lupa
Kau ajar ku seksa
Kau pandai berkata-kata
Hingga aku derita
Selamanya ku berjaga-jaga
Tak sanggup ku terkena
Cukuplah sekali terluka
Kan ku ingat sentiasa
Indah impian cintaku
Namun realiti tak seharum
Yang ku impikan kerna
Cintamu tak sejati
Ku mahu kesetiaan dan kejujuran
Kasih sayang yang tiada bersempadan
Pengorbanan cinta yang tulus dan lahir dari keikhlasan
Namun kau hanya mampu memberi janji palsu
Yang ditabur terdorong hawa nafsu
Semua yang kau beri tak bernadi dan tak kan menjadi erti
Aku bukanlah boneka mu
Ku tak rela dipermainkan
Lebih baik sendiri
Dari terseksa di tangan mu
Apa yang aku mahu
Indah impian cintaku
Namun realiti tak seharum
Yang ku impikan kerna
Cintamu tak sejati
Ku mahu kesetiaan dan kejujuran
Kasih sayang yang tiada bersempadan
Pengorbanan cinta yang tulus dan lahir dari keikhlasan
Namun kau hanya mampu memberi janji palsu
Yang ditabur terdorong hawa nafsu
Semua yang kau beri tak bernadi dan tak kan menjadi erti
Ku mahu kesetiaan dan kejujuran
Kasih sayang yang tiada bersempadan
Pengorbanan cinta yang tulus dan lahir dari keikhlasan
Namun kau hanya mampu memberi janji palsu
Yang ditabur terdorong hawa nafsu
Semua yang kau beri tak bernadi dan tak kan menjadi erti
XPDC-Curahan Rasa
Tika begini
Aku juga mengerti
Perasaanku terganggu
Malam penuh dengan bintang
Indah khabar rupamu
Menawan setiap waktu
Apa lagi yang dinantikan
Bukan bertepuk sebelah tangan
Cintaku tidak
Aku pastikan sampai tujuan
Berarak mendung bintang
Berlagu sepi semalam
Aku hanya seorang insan
Tak mampu keajaiban
Jika perlu engkau tinggalkan
Demi relakan kemanusiaan
Sejernih kasih
Selembut sinar mutiara
Belaian kau yang lembut
Tak dapat aku melupakan
Sentuhan kasih
Irama merdu dalam dakapan
Suara yang membisik
Bagai gelora menghempas pantai..
Sejernih kasih
Selembut sinar mutiara
Belaian kau yang lembut
Tak dapat aku melupakan
XPDC-Apa Nak Di Kata
Satu hari aku berjumpa
Cik mek molek jual bunga
Senyuman manis menarik hati
Gugur bagaikan jantung ini
Siapa hati tak tertawan
Manis umpama bulan
( 1 )
Lain hari aku kembali
Ingin beli bunga lagi
Namun kini hanya yang ada
Tinggal dua nisan saja
Lesu aku menggeletar
Rakus jiwa ku terbenam
( 2 )
Engkaulah emas engkau permata
Aku cuma macam ni saja
Aku mahu bertemankan hidup
Dengan hati ikhlas mulia
Jangan melihatkan gaya
Nanti kita 'kan berdamai
( korus )
Ukuran baju badan sendiri
Kita tepuk dada ini
Jika dah nasib kita jodoh
Gunung tak lari ke mana
Apa nak kisah mahu hidup
Asal hati baik mulia
Kalau dah memang jadi mungkin
Apa lagi nak dikata
Di kata... aaa... aaa...
( ulang 1, 2, korus, korus )
Cik mek molek jual bunga
Senyuman manis menarik hati
Gugur bagaikan jantung ini
Siapa hati tak tertawan
Manis umpama bulan
( 1 )
Lain hari aku kembali
Ingin beli bunga lagi
Namun kini hanya yang ada
Tinggal dua nisan saja
Lesu aku menggeletar
Rakus jiwa ku terbenam
( 2 )
Engkaulah emas engkau permata
Aku cuma macam ni saja
Aku mahu bertemankan hidup
Dengan hati ikhlas mulia
Jangan melihatkan gaya
Nanti kita 'kan berdamai
( korus )
Ukuran baju badan sendiri
Kita tepuk dada ini
Jika dah nasib kita jodoh
Gunung tak lari ke mana
Apa nak kisah mahu hidup
Asal hati baik mulia
Kalau dah memang jadi mungkin
Apa lagi nak dikata
Di kata... aaa... aaa...
( ulang 1, 2, korus, korus )
XPDC-Cinta Kenangan Silam
C... cintaku yang satu
I... impian kan nyata
N... nikmat yang berbeda
T... tanpa pengertian
A... antara kau dan aku
Cuba kau pejamkan matakan matamu yang ayu
Inginku nyatakan ke dalam hatimu
Noktah musnah impian yang ku harapkan
Aku mengerti siapa diri ini
Kekayaan tiada dalam diri
Entah mengapa jadi begini
Nasib demikian rupa
Angkara dunia
Namun langkahku takkan berhenti di sini
Gerhana itu mengubat hatiku
Aku tersentuh dalam janjimu dulu
Nyata kau membisu
Sehingga pudar telah ingatan ini
Lalu aku menyepi
Apakah ini semua sudah biasa
Mainan hidupmu
Cinta kenangan silam
Cinta kenangan silam
Cinta kenangan silam
I... impian kan nyata
N... nikmat yang berbeda
T... tanpa pengertian
A... antara kau dan aku
Cuba kau pejamkan matakan matamu yang ayu
Inginku nyatakan ke dalam hatimu
Noktah musnah impian yang ku harapkan
Aku mengerti siapa diri ini
Kekayaan tiada dalam diri
Entah mengapa jadi begini
Nasib demikian rupa
Angkara dunia
Namun langkahku takkan berhenti di sini
Gerhana itu mengubat hatiku
Aku tersentuh dalam janjimu dulu
Nyata kau membisu
Sehingga pudar telah ingatan ini
Lalu aku menyepi
Apakah ini semua sudah biasa
Mainan hidupmu
Cinta kenangan silam
Cinta kenangan silam
Cinta kenangan silam
XPDCLagu Dari Aku
Masih aku dengar bisikan suara itu
Membisik dalam hatiku
Kita dibuai mimpi ( 2X )
Ku nyatakan rindu padamu
Mungkin bagimu tak seluas
Lautan biru...
( korus )
Ku nyanyikan lagu untukmu
Mungkin bagimu tak seindah
Melodi syahdu...
( langit yang biru )
( 1 )
Merah biru hijau kuning
Adalah penantian
Hitam putih dan kelabu
Adalah kehidupan
Sedang dalam perjalanan
Pastikan dapat kuturutkan
Langkah ku ini
( ulang korus & 1 )
Membisik dalam hatiku
Kita dibuai mimpi ( 2X )
Ku nyatakan rindu padamu
Mungkin bagimu tak seluas
Lautan biru...
( korus )
Ku nyanyikan lagu untukmu
Mungkin bagimu tak seindah
Melodi syahdu...
( langit yang biru )
( 1 )
Merah biru hijau kuning
Adalah penantian
Hitam putih dan kelabu
Adalah kehidupan
Sedang dalam perjalanan
Pastikan dapat kuturutkan
Langkah ku ini
( ulang korus & 1 )
Wings-Puisi Aidilfitri
Ranjau yang panjang menggamit datang ku kembali
Berulang kembali saat kita nanti
Pertemuan yang mengeratkan silaturrahim
Tuluskanlah damai cinta pun bersemi
Ku hulurkan tangan padamu semeriah hari raya
Di hari raya kita dipertemukan
Aidilfitri mengulangkan kejayaanmu
Menjulang bangsaku teguh dan berdiri
Budi dan jasamu tak mungkin dapat ku membalas
Tunggu akhir hayat kau tetap ku kenang
( 3 )
Sepanjang perjalananku engkau setia meneman
Rasanya tidak akanku tinggalkan lagi
Semalam sudah pun kita rasa berjauhan
Rindu dan dendam memuncak dah lama
Terhurai jernih airmata sedih mengalir
Mengenang mereka yang dahulu pergi
( ulang dari 3 )
Berulang kembali saat kita nanti
Pertemuan yang mengeratkan silaturrahim
Tuluskanlah damai cinta pun bersemi
Ku hulurkan tangan padamu semeriah hari raya
Di hari raya kita dipertemukan
Aidilfitri mengulangkan kejayaanmu
Menjulang bangsaku teguh dan berdiri
Budi dan jasamu tak mungkin dapat ku membalas
Tunggu akhir hayat kau tetap ku kenang
( 3 )
Sepanjang perjalananku engkau setia meneman
Rasanya tidak akanku tinggalkan lagi
Semalam sudah pun kita rasa berjauhan
Rindu dan dendam memuncak dah lama
Terhurai jernih airmata sedih mengalir
Mengenang mereka yang dahulu pergi
( ulang dari 3 )
Wings-Inspirasi Syakilla
Mestikah aku kemari
Menghayati sentosa
Datng bagai ada yang memanggil
Menunjukkan susulan
Sisa hidup warna yang hilang
Cahaya abadi nan terang
Sesudah aku tahu itulah ini
Lama mana hendak jejaki
Pencarian yang hilang
Kemuncaknya teramat tinggi
Cecah menjejak kaki awan
Terbang perhatikan dunia
Nyata dicipta satu tangan
Rasanya macam pernah kita satukan
Jauh makinlah dekat
Pusingannya yang belum mahu tamat
Perjalanan detik lalu yang banyak tukar tukar arah
Dekat yang semakin jauh
Destinasi yang tinggal sejengkal
Kenapa berhenti
Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Mana aku tahu
( solo )
Jauh makinlah dekat
Pusingannya yang belum mahu tamat
Perjalanan detik lalu yang banyak tukar tukar arah
Dekat yang semakin jauh
Destinasi yang tinggal sejengkal
Kenapa berhenti ketika masih ada di laluan ini
Sesat kembara sudah
Segalanya yang kita lalui
Tiada berhenti
Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Mana aku tahu
Menghayati sentosa
Datng bagai ada yang memanggil
Menunjukkan susulan
Sisa hidup warna yang hilang
Cahaya abadi nan terang
Sesudah aku tahu itulah ini
Lama mana hendak jejaki
Pencarian yang hilang
Kemuncaknya teramat tinggi
Cecah menjejak kaki awan
Terbang perhatikan dunia
Nyata dicipta satu tangan
Rasanya macam pernah kita satukan
Jauh makinlah dekat
Pusingannya yang belum mahu tamat
Perjalanan detik lalu yang banyak tukar tukar arah
Dekat yang semakin jauh
Destinasi yang tinggal sejengkal
Kenapa berhenti
Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Mana aku tahu
( solo )
Jauh makinlah dekat
Pusingannya yang belum mahu tamat
Perjalanan detik lalu yang banyak tukar tukar arah
Dekat yang semakin jauh
Destinasi yang tinggal sejengkal
Kenapa berhenti ketika masih ada di laluan ini
Sesat kembara sudah
Segalanya yang kita lalui
Tiada berhenti
Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Mana aku tahu
Wings-Bernafas Dalam Lumpur
Lama mana lagi
Hendak ku turutkan
Kata telunjuk yang menuding kepalaku
Sabar apa lagi
Hendak ku turutkan
Hingga aku bernafas bagai dalam lumpur
Kasihan...
Wajah kita sama
Beza pada gaya
Itu pilihan masing-masing yang empunya
Mungkin pada usia
Rasa yang berbeza
Yang penting kita saling hormat menghormati
Panduan...
( korus )
Kita tak dapat bersama
Namun kita juga manusia
Kita punya rasa cinta
Masing-masing punya harga...oh..oh...
Mahu apa lagi
Akan aku korbankan
Selagi ada hayatku di kandung badan
Oh terima kasih
Kerana balasan
Semoga sejahteralah hidup semua
Oh kawan
Hendak ku turutkan
Kata telunjuk yang menuding kepalaku
Sabar apa lagi
Hendak ku turutkan
Hingga aku bernafas bagai dalam lumpur
Kasihan...
Wajah kita sama
Beza pada gaya
Itu pilihan masing-masing yang empunya
Mungkin pada usia
Rasa yang berbeza
Yang penting kita saling hormat menghormati
Panduan...
( korus )
Kita tak dapat bersama
Namun kita juga manusia
Kita punya rasa cinta
Masing-masing punya harga...oh..oh...
Mahu apa lagi
Akan aku korbankan
Selagi ada hayatku di kandung badan
Oh terima kasih
Kerana balasan
Semoga sejahteralah hidup semua
Oh kawan
Wings-Sejati
Sejati
Itu yang kau ucapkan
Bila janji kugenggam
Bawah pohon kemboja
Yang sekecil kita
Menanti
Di mahligai mainan
Kita bina bersama
Dari dahan yang rapuh
Usia perangkap kita
Remaja kita tinggalkan
Namun aku masih
Menggenggam janji
Tinggal kenangan
Gagal segala impian
Tinggal bertanya
Erti sejati
Kenangan itu
Hanya mainan bagimu
Tinggal bertanya
Erti sejati
Yang telah engkau janjikan dulu
Itu yang kau ucapkan
Bila janji kugenggam
Bawah pohon kemboja
Yang sekecil kita
Menanti
Di mahligai mainan
Kita bina bersama
Dari dahan yang rapuh
Usia perangkap kita
Remaja kita tinggalkan
Namun aku masih
Menggenggam janji
Tinggal kenangan
Gagal segala impian
Tinggal bertanya
Erti sejati
Kenangan itu
Hanya mainan bagimu
Tinggal bertanya
Erti sejati
Yang telah engkau janjikan dulu
Ukays-Siapa Yang Rampas Cintamu
Harapan hatiku ingin hidup bahagia
Tetapi mengapa sering saja hati ini diluka
Baru ku cuba nak bercinta lalu engkau pun buat angkara
Mengapa mesti aku yang menjadi mangsa
Harapan untuk kekalan hanya tinggal igauan
Walaupun telah aku bertahan tapi apa kan daya
Retak akhirnya kasih kita tanpa ku tahu apa punca
Mudah benar kau mematah dahan asmara
( korus )
Sampai bila harus diri ku begini... oh kekasih
Sampai bila mesti kau dera hatiku
Dimanakah janjimu yang kau tabur dulu
Sebelum kuserahkan cinta
Betapa... hancurnya hatiku
Siapa yang ganggu hatimu
Siapa yang rampas cintamu
Katakan padaku biarlah jelas segalanya
Siapa yang sedang kau sayang
Siapa yang sedang kau buru
Berterus teranglah dari kau terus menyiksaku
Tetapi mengapa sering saja hati ini diluka
Baru ku cuba nak bercinta lalu engkau pun buat angkara
Mengapa mesti aku yang menjadi mangsa
Harapan untuk kekalan hanya tinggal igauan
Walaupun telah aku bertahan tapi apa kan daya
Retak akhirnya kasih kita tanpa ku tahu apa punca
Mudah benar kau mematah dahan asmara
( korus )
Sampai bila harus diri ku begini... oh kekasih
Sampai bila mesti kau dera hatiku
Dimanakah janjimu yang kau tabur dulu
Sebelum kuserahkan cinta
Betapa... hancurnya hatiku
Siapa yang ganggu hatimu
Siapa yang rampas cintamu
Katakan padaku biarlah jelas segalanya
Siapa yang sedang kau sayang
Siapa yang sedang kau buru
Berterus teranglah dari kau terus menyiksaku
Ukays (Saari Amri / TR-2)-Pesan Mak Bapak
Apa nak jadi remaja kota
Setiap hari kau rilek-rilek saja
Macam orang kaya
Tapi habuk tak ada
Tahu bergaya
Mundar-mandir ditengah kota
Dari pagi sampai ke senja
Peduli apa
Orang nak kata
Yang penting dirimu bahagia
Bila jumpa member-member lama
Macam-macam cerita ada
Usik makwe tak kira siapa
Silap-silap benjol kepala
Ada pulak suka ke disko
Walau tahu tak cukup umur
Tapi malang tak berbau
Apabila kena serbu
Diri sendiri yang malu
Dari itu waspada selalu
Apa yang dibuat haruslah
Fikirkan dulu... hey
Jangan terburu-buru
Ingat pesan mak bapak
Remaja kota ingat semua
Jangan sekali merosak-rosak bangsa
Kelak kau rugi
Orang tak peduli
Apa nak jadi... hah
Cara barat ditiru jangan
Adat timur jadikan pegangan
Oh remaja kota
Agar tak sesat nanti
Remaja hanya sekali
Jangan siakan hidupmu yeh
Seluar koyak ikutan
Rambut panjang jadi kegemaran
Remaja jangan kau lupa
Dunia hanya sementara
Di kota banyak yang dosa
Semuanya hanya palsu belaka
Majulah kau ke hadapan
Tujui kejayaan
Itu pesan mak bapak
Jangan marah wahai remaja
Lagu ini nasihat-nasihat saja
Oh panduan hey, hey
Arus kota yang gila
Berhatilah kau selalu
Wahai remaja kota
Setiap hari kau rilek-rilek saja
Macam orang kaya
Tapi habuk tak ada
Tahu bergaya
Mundar-mandir ditengah kota
Dari pagi sampai ke senja
Peduli apa
Orang nak kata
Yang penting dirimu bahagia
Bila jumpa member-member lama
Macam-macam cerita ada
Usik makwe tak kira siapa
Silap-silap benjol kepala
Ada pulak suka ke disko
Walau tahu tak cukup umur
Tapi malang tak berbau
Apabila kena serbu
Diri sendiri yang malu
Dari itu waspada selalu
Apa yang dibuat haruslah
Fikirkan dulu... hey
Jangan terburu-buru
Ingat pesan mak bapak
Remaja kota ingat semua
Jangan sekali merosak-rosak bangsa
Kelak kau rugi
Orang tak peduli
Apa nak jadi... hah
Cara barat ditiru jangan
Adat timur jadikan pegangan
Oh remaja kota
Agar tak sesat nanti
Remaja hanya sekali
Jangan siakan hidupmu yeh
Seluar koyak ikutan
Rambut panjang jadi kegemaran
Remaja jangan kau lupa
Dunia hanya sementara
Di kota banyak yang dosa
Semuanya hanya palsu belaka
Majulah kau ke hadapan
Tujui kejayaan
Itu pesan mak bapak
Jangan marah wahai remaja
Lagu ini nasihat-nasihat saja
Oh panduan hey, hey
Arus kota yang gila
Berhatilah kau selalu
Wahai remaja kota
UK's-Manalah Ku Tahu
Terkejut aku menjadi keliru
Bila kawanmu menuduhku
Sengaja menyiksa mempermainkanmu
Sengaja tak menghargai cintamu
Selama ini aku menyangka
Hubungan kita bak saudara
Begitu lamanya kita telah bersama
Tak pernah engkau lafazkan kata
Rupanya dalam diam kau simpan cinta
( korus )
Tak terfikir aku
Tak terserlahku niat hatimu
Mengapa tidak dulu
Engkau berterus-terang padaku
Manalah ku tahu
Oh hasrat mu itu
Sebab itulah ku tak pedulikannmu
Patutlah selalu
Kau mengadu padaku
Cintamu pilu orang tak tahu
( ulang korus )
Walaupun kini aku mengerti
Menyintaimu tak sampai dihati
Engkau ku anggap saudara sendiri
Carilah yang lain sebagai pengganti
Bila kawanmu menuduhku
Sengaja menyiksa mempermainkanmu
Sengaja tak menghargai cintamu
Selama ini aku menyangka
Hubungan kita bak saudara
Begitu lamanya kita telah bersama
Tak pernah engkau lafazkan kata
Rupanya dalam diam kau simpan cinta
( korus )
Tak terfikir aku
Tak terserlahku niat hatimu
Mengapa tidak dulu
Engkau berterus-terang padaku
Manalah ku tahu
Oh hasrat mu itu
Sebab itulah ku tak pedulikannmu
Patutlah selalu
Kau mengadu padaku
Cintamu pilu orang tak tahu
( ulang korus )
Walaupun kini aku mengerti
Menyintaimu tak sampai dihati
Engkau ku anggap saudara sendiri
Carilah yang lain sebagai pengganti
Ukays (G.frer & J. Tempchin / Nanee)-Lumrah
Saujana pandanganku
Insan berkejaran
Berlumba untuk hidup
Mengejar impian
Tanpa ada rencana
Kita pun tersedar
Hutan batu bukannya syurga buat si lemah oh...
Di tengah kesibukan
Ada yang kecewa
Kerna tiada upaya, terpaksa mengalah
Berbekalkan simpatiku pimpin tangannya
Meniup semangat agar turut bisa berlari, berlari
( 1 )
Sifat manusia, terkenal pelupanya
Sedetik waktu bisa kau berubah, berubah
Setelah menyerang onak, titian dilupa
Begitu lumrahnya
Ditatang bagai minyak tak menjanjikan
Dirimu kan dikenang di suatu masa
Namun putaran hidup seumpama roda
Terjatuh dan bangun aturan permainan dunia oh...
Sifat manusia, terkenal pelupanya
Mudah angkuh bila rasa diri jauh, oh jauh
Tempat terpijak dahulu terlupa dimana
Begitu lumtahnya...
Oh lumrahnya...
( ulang 1 )
Ukays (Asmin Mudin / Nanee)-Kuasa
Sejuta tangan terhujur
Menjadi indah angan
Disini mimpi dilayar
Pandangan terlepas diri terpenjara
Sihelang mendabik dada
Beraja tanpa mahkota
Semua yang lemah mangsanya
Titis airmata santapan nafsunya
( 1 )
Tangisan hiba memecah sunyi
Menyaksi ngeri sebuah tregedi
Sakit melihat suatu yang pergi
Kuasa memdidik kekejaman
Sehingga hilang sifat kemanusian...
Demi kuasa dunia
Rela meyatim saudara
Tanpa secebis simpati
( ulang 1 )
Bukankah kita manusia
Yang punya sifat serupa
Yang harus kita percaya
Kuasa sebenat
Milik pencipta
Akurlah padaNya
Menjadi indah angan
Disini mimpi dilayar
Pandangan terlepas diri terpenjara
Sihelang mendabik dada
Beraja tanpa mahkota
Semua yang lemah mangsanya
Titis airmata santapan nafsunya
( 1 )
Tangisan hiba memecah sunyi
Menyaksi ngeri sebuah tregedi
Sakit melihat suatu yang pergi
Kuasa memdidik kekejaman
Sehingga hilang sifat kemanusian...
Demi kuasa dunia
Rela meyatim saudara
Tanpa secebis simpati
( ulang 1 )
Bukankah kita manusia
Yang punya sifat serupa
Yang harus kita percaya
Kuasa sebenat
Milik pencipta
Akurlah padaNya
UK's-Kita Akan Dijemput
Di dalam hidup kita seharian
Ada persamaan inginan
Mencari harta sebanyak mana
Masa terdaya
Bila mentari menyuluh bumi
Kita pun bangkit dari mimpi
Menyambung semula pencarian
Yang terhenti semalam
Kepuasan terpancar jelas
Bila yang dimimpi terbukti
Dengan kekayaan yang dimiliki
Masih tidak lagi mencukupi
Memang begitu sikap manusia
Tidak puas dengan yang ada
Seolah harta di dunia
Bisa bawa ke sana
( korus )
Kita terlupa harta yang nak di bawa
Amalan seharian itu yang mesti harus di hati
Sudah terlewat bila tubuh terbujur kaku
Tidak berfungsi... di saat itulah
Terlihat semua di mana
Tempat kita...
( ulang korus & 1 )
( 1 )
Harus diingat... kita hanya musafir
Yang didatangkan... hanya sementara
Menghunikan alam
Dan pasti akan dijemput... untuk pulang
Di jemput pulang
Langganan:
Postingan (Atom)